...'Watashi wa Nippon ga suki'..

...'naneun hangug-eul joh-a'...

............I like korea...........

............I like japan...........

Note : if you do not understand with Indonesian leanguage, you can translate with the translator at the bottom of the red

jika ingin meng copy paste ' artikel yang ada di blog ALL ABOUT KOREA AND JAPAN, tolong cantumkan nama Credit/sumber serta alamat blog ALL ABOUT KOREA AND JAPAN ya ^^

Saturday, June 2, 2012

Sastrawan Jenius Di Joseon, Kim Si-seup




Kim Si-seup, Siapa Dia?

Kim Si-seup adalah anak jenius yang belajar buku konfusianisme Cina 'Kitab Ajaran Besar' dan 'Kitab Tengah Sempurna' saat dia masih kecil dan telah menciptakan syair dan esei, seorang sarjana yang menantang terhadap perebutan tahta raja dari raja Sejo, biksu yang memusatkan pikiran untuk belajar Buddhisme, penyair atau penulis novel yang jenius... Penerangan tersebut berhubngan dengan karir mengenai Kim Si-seup, namun penerangan tersebut tidak cukup untuk mengungkapkan penampilan Kim Si-seup.

 Orang Jenius Yang Dijuluki Sebagai 'Anak Jenius Berumur Lima Tahun'

Kim Si-seup yang lahir pada tahun 1435 belajar menulis dalam 8 bulan setelah lahir dan saat dia berusia 3 tahun, dia menciptakan syair dalam bahasa Cina. Gengsi mengenai dia disampaikan kepada raja Sejong, sehingga dia diperintahkan untuk masuk ke istana. Raja Sejong juga terkagum pada bakatnya untuk membuat tulisan, sehingga dia menjulukinya sebagai 'anak jenius berumur lima tahun‘. Raja Sejong juga berjanji bahwa dia akan memanfaatkan bakatnya jika dia menjadi orang dewasa. Namun, janji itu tidak dapat ditepati.

 Menjaga Kesetiaan Terhadap Dunia Yang Tidak Adil

Saat dia berusia 15 tahun, ibunya meninggal dunia dan setelah itu, dia terus mengalami kesedihan akibat kehilangan anggota keluarga. Oleh karena itu, dia gagal lulus ujian negara saat dia berusia 19 tahun. Setelah itu, dia belajar sekeras-kerasnya di kuil Jungheung, namun pada tahun 1455, dia merasa kesal, karena pangeran besar Suyang merebut tahta raja dari keponakan raja Danjong, sehingga dia menjadi biksu dengan membakar buku-bukunya. Dengan demikian, Kim Si-seup dijuluki sebagai 'Saengyukshin', yaitu salah satu sarjana dari 6 sarjana yang berjanji tidak naik jabatan di bawah pimpinan raja baru untuk menjaga kesetiaan terhadap raja Danjong.

Setelah dia menguburkan 6 orang sarjana 'Sayukshin' yang menjaga kesetiaan dengan kematian karena dieksekusi akibat gagalnya mengembalikan Danjong ke tahta raja, Kim Si-seup berkeliling di seluruh daerah selama 9 tahun. Pada waktu itu, dia menciptakan 2.200 buah syair untuk mengungkapkan rasa keprihatinan dan kesedihan. Khususnya pada tahun 1465, dia berkunjung ke gunung Nam di kota Gyeongju dan di sana dia menciptakan karya yang menorehkan tinta emas dalam sejarah sastra.

 Menulis Novel Berbahasa Cina Yang Pertama di Korea, Geumoshinhwa

Dia menciptakan novel pertama berbahasa Cina klasik di Korea berjudul 'Geumoshinhwa' yang berarti 'mitos dari gunung Geumo'. Lewat berbagai peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh yang berbakat tinggi di dunia khayalan dari novel 'Geumoshinhwa', Kim Si-seup mengungkapkan bahwa kasih sayang dan ketulusan hati yang terdapat di dunia manusia tidak boleh dikesampingkan.

Demikianlah Kim Si-seup mengungkapkan filsafatnya lewat novel itu, dan terus menciptakan karya. Namun, dia kembali berkeliling setelah situasi negara menjadi kacau lagi akibat 'peristiwa ratu Yun yang diasingkan'. Akhirnya, dia meninggal dunia pada tahun 1493 dalam usia 58 tahun. Walaupun dia menjalani hidupnya dengan berkeliling tanpa terikat dengan apapun, namun pandangan luas yang mencakup konfusianisme, buddhisme dan taoisme serta karya tulisan yang terasa indah dan dinamis dicintai oleh banyak sarjana dan raja di Joseon. Sesuai dengan nama pena ‘Mae Wol Dang' yang berarti 'bunga aprikot dan bulan', Kim Si-seup menjaga kesetiaan di dalam kekacauan politik seperti halnya bunga aprikot yang melambangkan 'kesetiaan'.


Source : KBS News(Ind)
Share :allaboutkoreaandjapan.blogspot.com

Ungkapan Salam


-Yang Umum diucapkan di Awal Pembicaraan:

おはようございます
Ohayou / Ohayou gozaimasu
“selamat pagi”

こんいちは
Konnichiwa
“selamat siang”

こんばんは
Konbanwa
“selamat malam”

Bentuk Perintah


「~ください」- konjugasi khusus dari 「くださる」
「く ださい」 adalah konjugasi khusus dari 「くださる」, yang merupakan bentuk hormat dari 「くれる」. Kita akan belajar lebih lanjut tentang bahasa hormat dan rendah diridi bab lain. Kita akan membahas 「ください」 di sini karena artinya agak berbeda dari 「くれる」 maupun 「くださる」. 「ください」 berbeda dengan 「くれる」 seperti ditunjukkan pada contoh berikut:

(1) それをください。- Tolong berikan itu.
(2) それをくれる?- Bisakah kamu memberiku itu?
Seperti bisa kamu lihat, 「ください」 adalah permintaan langsung sedangkan penggunaan 「くれる」 lebih ke arah bertanya. Namun sama seperti 「くれる」, kamu bisa membuat permintaan hanya dengan menempelkannya ke bentuk-te verba.
(1) 漢字で書いてください。- Tolong tulis dalam kanji.
(2) ゆっくり話してください。- Tolong bicara perlahan.

Cara mudah ngobrol bahasa Jepang dalam Sehari-hari

Scara gramatik erarti “sulit (bagi saya) utk menerima (kebaikan dari anda)”. Di ucapkan ktika org lain telah membantu / memberikan sesuatu kepada kita.
Ungkapan terima kasih ini mempunyai berbagai macam varian.
Kita bisa menambahkan kata どうも– Doumo di depannya, yang bisa diartikan “Sangat/Sekali” どうも ありがとう ございます.
Kita-pun dapat jga mengubahnya menjadi bentuk lampau, ketika bantuan/sesuatu dari org lain tlah qt terima ありがとう ございました.
Dpt juga kita pakai gn cara memenggal&mengambil salah satu katanya saja どうも atau ありがとう saja, yg sdh berarti “Terimakasih” namun mrupakan ungkapan tidak formal / ungkapan plain.
Di kalangan remaja, ada kata サンキュー – Sankyuu yang diserap dari kata bhs Inggris ”Thankyou”. Bahasa Slank ini kadang ditulis dengan angka 39 (angka 3 dlm bhs jepang dibaca “san” & angka 9 dibaca “kyuu”), bahasa sms nee…

Penggunaan Tenses / waktu pada "TOKI"


"TOKI" menunjukkan waktu pada saat melakukan suatu perbuatan atau aktivitas.Dalam bhsa indo berarti "ketika~" "pada saat~" "saat~"

pembentukannya :

kata krja bntuk dasar + toki
contoh:
taberu toki = saat makan
iku toki = saat pergi
yonda toki = saat membaca (lampau)

kt sifat I + toki
contoh:
atsui toki = saat panas
kanashii toki = saat sedih

~tokoro da & ~ta tokoro da


1. [kata kerja bentuk kamus + tokoro da]

[kata kerja bntuk kamus + tokoro da] menunjukkan hal dimulainya suatu aktivitas/kejadian atau titik dimana suatu aktivitas/kejadian tepat dimulai.

contoh:

choudo ima kara shiai ga hajimaru tokoro desu
pertandingan dimulai dari sekarang ini(pertandingannya persis tepat dimulai)

                                point dimana pertandingan tepat dimulai = shiai ga hajimaru tokoro desu
--------|---------------------O-------------->
      pertandingan blm dimulai

son kei


SONKEI
BAHASA FORMAL
(尊敬語)

O [+VERB] NI NARU

Kaeru / kaerimasu / O kaerini narimasu
先生は もう おかえりになりました
Sensei wa mou OKAIRI narimashita

Kaku / kakimasu / o kakini narimasu
これは たなか先生が おかきになった本です
Kore wa Tanaka sensei ga OKAKINI natta hon desu
(Ini buku, Tanaka sensei yang nulis)

keigo

 “O genki desu ka ?”
Pasti kata ini sudah biasa kita dengar atau baca dalam pelajaran bahasa Jepang. Ini adalah salah satu contoh bahasa sopan, yang umumnya ditandai dengan tambahan huruf O didepannya. Jawaban dari salam di atas Anda pasti sudah tahu, bukan ? “Genki desu”. Kenapa huruf O didepan dihilangkan ? Inilah mungkin salah satu keunikan dari bahasa Japang yaitu tidak boleh "menghormati diri sendiri", seperti halnya kata "San" untuk nama yang tidak boleh dipakai untuk diri sendiri.
Anda pasti sudah tahu kalau Omizu terjemahan untuk kata Air, Okome (beras), Okane (uang) dll. Ini juga bahasa sopan dalam bentuk lain, yaitu sebagai penghormatan terhada benda.
Begitu banyak dan kaya-nya pembendaharaan kata dan ungkapan sopan yang mereka miliki sehingga cukup menarik untuk dipelajari namun juga sekaligus membingungkan atau bahkan kadang keterlaluan. Secara umum ada 3 kelompok bahasa sopan yaitu Sonkei Go (Deferential) atau Bahasa Formal, Teinei Go (Polite) atau bahasa Sopan dan Kenjou Go (Humble) atau bahasa merendahkan diri. Untuk bahasa Indonesia cukup diterjemahkan dengan satu kata yaitu : Bahasa Sopan. Selengkapnya bisa dibaca lanjutannya di bawah ini.

 TEINEI 
BAHASA SOPAN
(丁寧)
Standard 

Friday, June 1, 2012

Kuasai Chart Musik Digital, Teen Top Kalahkan IU - Sub Unit SNSD

Kuasai Chart Musik Digital, Teen Top Kalahkan IU - Sub Unit SNSD

Setelah merilis lagu To You pada Rabu (30/5) dini hari, boyband K-Pop Teen Top langsung menguasai chart musik di berbagai situs musik online seperti Melon, Bugs, Cyworld, Soribada dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa Angel (fans Teen Top) begitu menantikan.

Teen Top bahkan berhasil mengalahkan penyanyi perempuan yang biasanya menguasai chart musik online seperti IU, Baek Ji Young dan sub unit girlband Girls Generation. Sehingga raihan ini begitu dianggap luar biasa.

Dalam perilisan album terbaru mereka ini, Teen Top meraih antusias penggemar lantaran konsep baru dan dance sempurna yang mereka tawarkan. Kali ini Teen Top menampilkan koreografi dance yang begitu emosional sehingga penggemar menunggu bagaimana penampilan live mereka yang akan disuguhkan.

Untuk lokasi setting kubus di dalam MV To You, agensi bahkan mempersiapkan sekitar KRW100 Juta (sekitar Rp800 juta-an) untuk membangun settingan kubus tersebut, dan hal itu menjadi topik yang diperbincangkan.

Lagu To You merupakan lagu dengan irama dance dan up-beat serta lirik dan melody yang dibuat oleh produser musik K-Pop terkemuka, Brave Brothers. Dan setelah merilis MV sebelumnya, Teen Top akan comeback melalui program musik KBS, Music Bank.

Source :dkpopnews.net
Credit : kapanlagi com
Share : allaboutkoreaandjapan.blogspot.com

Saranghae, I Love You: Behind The Scene


1. Kru Saranghae beruntung banget karena selama syuting di Korea (bulan Maret 2012), salju masih sempat turun sebanyak 2 kali. Padahal biasanya di masa-masa itu, sudah bukan musimnya lagi untuk turun salju. Salah satu lokasi syuting yang dipilih adalah sebuah rumah di dalam pegunungan bersalju yang terletak di dekat Pyeong Chang Alpencia.

Bukan perkara mudah untuk melakukan syuting di sini. Karena letaknya yang di pegunungan, mereka harus menghemat listrik dan mobil mereka sempat mogok 2 kali. Yang bikin situasi syuting ini makin menantang adalah karena saat itu suhunya -10 derajat! Meskipun kedinginan dan membeku, tapi mereka harus menyelesaikan syuting di lokasi tersebut, karena mengejar momen turun salju yang sangat indah itu. Bahkan ada salah satu kru yang hampir pingsan karena nggak tahan dengan udara dingin ini. Untungnya, setelah 10 jam, syuting berakhir juga.

2. Setelah sekian lama tinggal di negara Indonesia yang beriklim tropis ini, pastinya badan jadi shock banget saat tiba-tiba dihadapkan dengan udara dingin membeku. Inilah yang dihadapi oleh tim dari Indonesia saat mereka tiba di Korea dan disambut oleh suhu yang minus, bersalju plus angin dingin menggigit. Flu, batuk dan sakit punggung mendera sebagian kru Indonesia.
Supaya kondisi mereka nggak semakin drop, maka tim Indonesia pun dibawa ke rumah sakit untuk mendapat suntikan vitamin, supaya nggak ada yang sakit-sakitan dan syuting berjalan lancar. Karena kendala cuaca inilah jadwal syuting di Korea pun jadi molor; yang tadi rencananya hanya 18 hari, jadi molor menjadi 25 hari.


3. Ini adalah pertama kalinya Reva pergi ke Korea, dan dia nggak menyangka bahwa cuacanya akan sedingin itu. "Persiapanku bener-bener kurang; aku cuma bawa jaket yang nggak begitu tebal. Tapi ternyata di sana dingiiiin banget." Untung Tim meminjamkan jaket hitamnya yang super tebal. "Ukuran badan Tim 'kan gede, jadi jaketnya nutupin tubuhku sampai ke dengkul segala. Bodo amat deh keliatan kegedean. Udah nggak mentingin gaya lagi lah, yang penting hangat…"

4. Salah satu lokasi syuting Saranghae adalah di amusement park Lotte World. Psst, Saranghae mendapat special permission dari Lotte World untuk turut serta dan melakukan syuting dalam parade Lotte World, lho. Asal tahu saja, ini adalah pertama kalinya drama Korea mendapat izin seperti ini. That's because Saranghae is so special! Dan mumpung lagi berada di Lotte World, maka para pemain dan kru sekalian bermain di sana. Wahana favorit mereka adalah wahana sejenis kora-kora di Dufan.

5. Ada satu adegan dimana Reva dan Tim melakukan adegan snow-skiing. Ada kejadian lucu: Salah satu ski instructor di Pyeong Chang Alpencia ternyata pernah tinggal di Jakarta dan fasih berbahasa Indonesia. Alhasil, beliau lah yang mengajari Revalina untuk main snow ski. It's a small world, afterall :)

6. Jiwa iseng Tim lagi kumat. Sementara sutradara Indrayanto dan DOP (director of photography) lagi sibuk melakukan blocking, Tim nggak tahan melihat kamera nganggur. Alhasil, dia pun langsung mengambil alih duduk di belakang kamera dan mulai memainkan kamera tersebut. Hmm, kayaknya Tim nggak hanya pengin jadi aktor di depan layar aja, nih.

7. Selesai syuting penuh salju di Korea, tim Saranghae langsung pindah lokasi syuting ke Bali yang panas. Kali ini gantian tim dari Korea yang kena shock. Termasuk juga Tim. Apalagi ada adegan dimana Tim harus berlari di bawah matahari Bali dengan kostum lengkap. "It was so hot, I think almost fainted."

Selain soal perbedaan cuaca, Tim juga amazed dengan budaya Bali. Hal ini ia rasakan saat syuting di desa adat Tenganan, Karangasem, dimana mereka melakukan syuting di rumah salah satu penduduk yang arsitekturnya memang Bali banget. "The culture here is so magnified, because we're not filming in a tourist place."



8. Coba tebak, apa salah satu buah favorit orang Indonesia? Yup benar, buah durian. Ada satu adegan dimana Tim Hwang harus makan durian. Di adegan tersebut, Young Min (nama karakter yang diperankan Tim) benar-benar nggak suka dengan rasa durian dan malah hampir muntah segala. Pada kenyataannya, Tim ternyata memang nggak suka durian. Jadi ekspresi yang tertangkap kamera itu bukan sekedar akting, melainkan memang ekspresi naturalnya. Apalagi Tim harus take adegan ini hingga 5 kali. Hmm, mamam tuh durian! Hahaha…

Yang lebih sial lagi, di adegan yang sama, Tim ternyata juga harus makan makanan lain yang nggak disukainya, yaitu lawar (makanan tradisional Bali). "Oh my goodness. I had to eat lawar and durian in one scene! I really don't like it. After the shooting, I forced everyone to eat it!" Hahaha, rupanya Tim nggak mau "menderita" sendirian.

9. Mike Lucock juga turut serta dalam produksi Saranghae. Selain berperan sebagai Bambang, ia ternyata juga mendapat tugas sebagai translator. Karena Mike punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus, jadi ia turut membantu mengawasi penggunaan dialog bahasa Inggris dalam Saranghae (FYI, dialog Saranghae diucapkan dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Korea, Inggris dan Indonesia).


10. Pemandangan matahari terbenam di Pantai Kuta memang pemandangan yang cantik. Ini pulalah yang diincar oleh tim Saranghae. Yang lucu, selesai syuting di Pantai Kuta, ternyata Tim lagi-lagi keluar isengnya! Ia memanggil para kru untuk menghampirinya lalu… menyeburkan mereka ke laut! Iseng!



CATATAN: Penasaran dengan semua lokasi syuting Saranghae? Jangan khawatir, untuk ke depannya, Saranghae dan Korea Tourism Organziation punya rencana untuk membuat Saranghae Tour Package, dimana anda akan diajak untuk mengunjungi berbagai lokasi syuting Saranghae di Korea. Di antaranya adalah Gyeongbok Palace, Hongdae, Lotte World, dan Pyeong Chang Alpencia.

FOTO: Dok. ATE (Asia Top Entertainment), Lescha Mayseeta Caesariany (GADIS)
Source : http://www.iyaa.com/hiburan/film/1348542_2536.html

BoA: Kenapa Aku Yang Harus Selalu Membukakan Jalan?

BoA: Kenapa Aku Yang Harus Selalu Membukakan Jalan?
Baru-baru ini BoA mengungkapkan rasa tidak senangnya atas beberapa hal yang ia alami selama masa training bertahun-tahun. Pada acara WIN WIN yang ditayangkan pada tanggal 29 Mei, BoA menceritakan alasan kenapa tinggi badannya cukup rendah dibandingkan artis-artis lain.

Pada episode tersebut sebuah pertanyaan muncul untuk BoA, "Apakah selama kamu menjadi trainee, kamu sering dimarahi?" BoA pun menjawab, "Aku sering diminta menurunkan berat badan."

Diet yang harus dijalani untuk menurunkan berat badannya di usia 14 tahun inilah yang menurut BoA menjadi salah satu penyebab ia tak bisa tinggi. "Apa kau pikir aku bisa bertumbuh saat aku harus menurunkan berat badanku di usia yang masih sangat muda? Mungkin  aku akan menyimpan dendam atas ini selamanya," ungkap BoA.

Selain tentang diet, BoA juga menyampaikan betapa sulitnya masa debutnya di Jepang. Ia mengatakan," Girls Generation dan SHINee masing-masing memiliki interpreter, tapi tidak dengan aku dan TVXQ. Kami harus menjalani serangkaian interview saat kami baru sehari debut di Jepang, dan seperti apa pun kerasnya kami belajar, sangat sulit untuk berbicara (dalam bahasa Jepang)."

BoA melanjutkan, "Setelah beberapa waktu, akhirnya banyak pertanyaan dalam interview tersebut yang diulang, dan akhirnya kami hanya harus menghafalkan jawaban kami. Aku tidak suka dipanggil pionir karena... kenapa harus aku yang selalu membukakan jalan?"


Source : Soompi
Credit : kapanlagi
Share : allaboutkoreaandjapan.blogspot.com

Super Junior Kyuhyun Mengucapkan Selamat Tinggal Untuk Catch Me if You Can


 


Kyuhyun Super Junior tidak akan menjadi Frank Jr lagi karena ia telah menyelesaikan kinerja terakhirnya pada musikal keduanya Catch Me if You Can.

Untuk beberapa bulan, Kyuhyun telah memainkan peran Frank Jr, yang terkenal karena pemalsuan indah dan keterampilan menipu artis. Tapi semua hal baik harus berakhir cepat atau lambat dan Kyuhyun berbagi gambar dengan lawan mainnya nya serta mentweet perpisahan.

Tubuh seksi dari Sistar So You menciptakan kehebohan Netizen

 

Tubuh seksi dari Sistar So You menciptakan kehebohan.

Pada papan komunitas online pada tanggal 31 Mei, gambar berjudul 'So You mengungkapkan tubuh seksi tersembunyi' yang diupload dan menarik perhatian netizen.

Gambar ini menampilkan So You mengenakan rok dengan belahan di sisi dan atasan
berwarna mint  yang memperlihatkan dadanya, So You bernyanyi antusias pada program musik.

Netizens  kagum pada tubuh seksinya karena tubuhnya telah tersembunyi selama ini dibalik tubuh  Hyo Lyn.

Netizens berkomentar: "So You telah menyembunyikan tubuh seksinya selama ini." "Jadi Anda memiliki  tubuh yang sempurna". "Hyo Lyn itu seksi, tapi So You
juga seksi ."


Matsuri


Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam.
Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini : Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan. Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi. Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya. Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan. Sejarah Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato. Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta. Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya.
 Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius. Tiga matsuri terbesar
* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei) Matsuri yang terkenal sejak dulu Daerah Tohoku
*Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus) Daerah Kanto
* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
*Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni) Daerah Chubu
* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April) Daerah Kinki
* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei) * Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai “Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka” (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli) Daerah Chugoku dan Shikoku
* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus) Daerah Kyushu
* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November) Pengertian lain Dalam bahasa Jepang, kata “matsuri” juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas). Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan. Festival dan Matsuri yang lain
* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama

Kosakata kata kerja (basic)


会う(あう)-au- = bertemu
合う(あう)-au- = cocok/sesuai
上る(あがる)-agaru- = terangkat/naik
空く(あく)-aku- = kosong
開く(あく)-aku- = terbuka
開ける(あける)-akeru- = membuka
上げる(あげる)-ageru- = menaikan/mengangkat
あげる-ageru- = memberikan
遊ぶ(あそぶ)-asobu- = bermain
集る(あつまる)-atsumaru- = berkumpul
集める(あつめる)-atsumeru)- = mengumpulkan
あびる-abiru- = mandi

Kosakata kata sifat (i keiyoushi) 2

kata sifat (keiyoushi dan keiyoudoushi)

kata sifat dalam bhsa jepang ada 2:

1. kata sifat bentuk I (keiyoushi),biasa disebut i keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran -i

contohnya :
atsui = panas
samui = dingin
atataka(i) = hangat
fuka(i) = dalam
nemu(i) = ngantuk
utsukushi(i) = cantik,indah
dll lah bnyak bnget soalnya

2. kata sifat bentuk II (keiyoudoushi),biasa disebut na keiyoushi
yaitu kata sifat yg berakhiran ~na
contohnya:
kirei na = cantik
suki na = suka
genki na = sehat
shizuka na = sepi,tenang
dll

biasanya memakai pola kalimat : ~ ga (kata sifat)

contoh:

tenki ga ii = cuaca nya bagus
tenki ga atsui = cuaca nya panas
hana ga kirei = bunga indah
ki ga takai = pohon tinggi

untuk formal nya ditambahkan "desu" pada akhir katanya
contoh:

tenki ga ii desu
hana ga kirei desu

-bentuk negatifnya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunai"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunai => atsukunai(tidak panas)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunai => hirokunai (tidak lebar/luas)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen"

atsui => atsuku arimasen
hiroi => hiroku arimasen

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nai" ato "ja nai"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nai => genki janai (tidak sehat)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nai => kirei janai(tidak cantik)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen"

genki na => genki dewa arimasen
kirei na => kirei dewa arimasen

-bentuk lampau nya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "katta"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + katta => atsukatta(panas-lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + katta => hirokatta (lebar/luas - lampau)

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "datta" ato "deshita"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + datta => genki datta (sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + datta => kirei datta (cantik - lampau)

- bentuk negatif lampau nya

1. untuk kata sifat I , hilangkan "i" diakhir kalimat trus ditambahin "kunakatta"

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" + kunakatta => atsukunakatta (tidak panas - lampau)
hiroi => hilangkan "i" nya jadi "hiro" + kunakatta => hirokunakatta (tidak lebar/luas - lampau)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "ku arimasen deshita"

atsui => atsuku arimasen deshita
hiroi => hiroku arimasen deshita

2. untuk kata sifat II , hilangkan "na" trus diganti dengan "dewa nakatta" ato "ja nakatta"

genki na => hilangkan "na" jadi "genki" + ja nakatta => genki ja nakatta (tidak sehat - lampau)
kirei na => hilangkan "na" jadi "kirei" + ja nakatta => kirei ja nakatta (tidak cantik - lampau)

untuk bentuk formalnya dipergunakan "dewa arimasen deshita"

genki na => genki dewa arimasen deshita
kirei na => kirei dewa arimasen deshita

*Ada bbrapa kata sifat yang berakhiran ~ei tetapi bukan masuk kata sifat golongan I melainkan golongan ke II, padahal berakhiran i
contoh :
kirei = cantik
burei = ga sopan
dll

Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu
kata sifat part II (final part)

penyambungan kata sifat dengan jenis kata yang laen:

1.kata sifat + kata sifat

-buat adjektif yg berakhiran i (keiyoushi), hilangkan i diakhir kata nya, lalu ditambahkan "kute" (istilahnya bisa dibilang bentuk te nya kata sifat gtu)
contoh:

atsui => hilangkan "i" nya jadi "atsu" lalu ditambahkan "kute" jadinya atsu(kute)

samui=>hilangkan "i" nya jadinya "samu" lalu tambahkan "kute" jadinya samu(kute)

dll

nah sekarang pralteknya
ambil contoh:

menarik n menyenangkan

menarik = omoshiroi
menyenangkan = tanoshii

maka jadinya:
omoshiroi + tanoshii => omoshirokute tanoshii

cantik n ramah

cantik = utsukushii
ramah = shinsetsu na

maka jadinya
utsukushii + shinsetsu na => utsukushikute shinsetsu na

- buat kata sifat II (na keiyoushi), cukup ubah "na" menjadi "de"

kirei na =>hilangkan "na", jd "kirei" aja kan habis itu tambahin "de"-->kirei de
genki na =>hilangkan "na", jd "genki" aja kan habis itu tambahin "de"-->genki de

nah sekarang pralteknya
ambil contoh:

shizuka na(tenang) + suzushii (sejuk) =>shizuka de suzushii (tenang n sejuk)

nigiyaka na(rame)+atsui (panas )=>nigiyaka de atsui (rame n panas)

2. kata sifat + kata benda

- untuk kata sifat I maupun kata sifat II tidak mengalami perubahan apa2

contoh:

atsui (panas ) + machi (kota) ==> atsui machi = kota yang panas
omoshiroi (menarik) + hon (buku) ==> omoshiroi hon = buku yg menarik
nigiyaka na (rame) + gakkou ( sekolah) ==> nigiyaka na gakkou = sekolah yang rame
suki na (suka) + hito (orang) ==> suki na hito = orang yg disukai

3. kata sifat + kata kerja

- untuk kata sifat(gw singkat jd K.S aja deh) I, hilangkan "i" trus diganti "ku"

atsui : atsu+ ku -->atsuku
hayai : haya + ku ---> hayaku

contoh :

atsui(panas ) + suru(melakukan) ==> atsuku suru = memanaskan
hayai(cepat) + hashiru(berlari) ==> hayaku hashiru = berlari dgn cepat

- untuk K.S II, ubah "na" menjadi "ni"

genki na : genki + ni ==>genki ni
kirei na : kirei + ni ==> kirei ni

contoh:
genki na(sehat) + ikiru(hidup) ==> genki ni ikiru = hidup dengan sehat
kirei na(cantik,indah) + kaku (menulis) ==>kirei ni kaku = menulis dgn bgus/rapi

Tapi ingat, penyambungan di atas berlaku hanya untuk kalimat yg mengandung kesan makna yg sejenis
misalnya :

omoshiroi (menarik)-->terkesan positif dan shinsetsu (ramah)-->terkesan positif = positif ama positif

atsui (panas )-->terkesan negatif dan nigiyaka (rame)-->terkesan negatif =negatif ama negatif

bagaimana kalo buat kata sifat dengan kesan makna yg berbeda?
untuk hal ini digunakan partikel ga yang mengandung makna tetapi

ok..perhatikan

contoh:
takai (mahal) -->terkesan negatif + oishii(enak)--> terkesan positif
maka menjadi takai ga oishii desu --> mahal tetapi enak

kirei na (cantik) -->positif + hidoi (kejam)-->negatif
maka menjadi kirei ga hidoi desu --> cantik tetapi kejam

==============================
beberapa kosakata kata sifat :

aoi = biru
akai = merah
atatakai = hangat (bisa buat benda atau udara)
atarashii = baru
atsui = tebal
atsui = panas (buat benda atau udara)
amai = manis
ii / yoi = bagus, baik
isogashii = sibuk
itai = sakit
usui = tipis
ookii = besar
osoi = lambat
omoi = berat
omoshiroi = menaik
karai = pedas
karui = ringan
kawaii = imut,cute
kiiroi = kuning
kitanai = kotor
kirai na = benci
kirei na = cantik
samui = dingin (udara)
shizuka na = sepi / sunyi
shiroi = putih
suki na = suka
suzushii = sejuk
semai = sempit
takai = mahal , tinggi
tanoshii = menyenangkan
chikai = dekat
tsumaranai = membosankan
tsumetai = dingin (benda)
tsuyoi = kuat
tooi = jauh
nagai = panjang
nigiyaka na = ramai
hayai = cepat
hikui = rendah
hiroi = lebar
futoi = gemuk
furui = tua / lama
heta na = kurang pandai
hoshii = ingin
hosoi = langsing /kurus
mazui = tidak enak
marui = bulat
mijikai = pendek
muzukashii = sulit/susah
yasashii = mudah , baik hati
yasui = murah
yuumei na = terkenal
wakai = muda
warui = jelek

share: allaboutkoreaandjapan.blogspot.com
Take Out with Full Credits!!! 

Sukoshi


Pola Kalimat
1. Pola SP : Subyek + wa + Predikat + (desu)
* (desu) dipakai bila Predikat bukan kata kerja
* wa adalah partikel setelah subyek
Contoh
  - Watashi wa neru : Saya tidur
  - Watashi wa Indonesia-jin desu : Saya orang Indonesia
  - Jakarta wa nigiyaka desu : Jakarta ramai
2. Pola SOP : Subyek + wa + Obyek + o + Predikat
* o adalah partikel penghubung antara Obyek dg Predikat
Contoh
  - Watashi wa gohan o taberu : Saya makan nasi
  - Watashi wa mizu o nomu : Saya minum air

Bulgogi(불고기)


Bahan Utama :
(untuk 2 orang)
200g daging sapi, 30g bawang bombai, 15g daun bawang, 20g wortel, 2 lembar jamur shitake


Bumbu :
2 sdm kecap asin, 1 sdm arak masak, 1 sdt gula pasir, 1 sdt bawang , putih cincang halus, 1 sdm sari buah nanas, 1 sdm sari buah pear, 1 sdm minyak wijen, 1/4 sdt lada, 5 sdm air

Maekjeok(맥적)

Bahan Utama :
(untuk 2 orang)
300g daging babi, bagian leher (bisa diganti dengan daging sapi)
1 sdm arak masak, 10g kucai, 1 potongan nanas

Bumbu :
1 sdm Deonjang, 1 sdm madu, 1 sdm arak masak, 1 sdt bubuk cabe merah, 1 sdt bawang putih cincang halus, 1/2 sdt kecap asin untuk sup, 1 sdt gula pasir, 1/2 sdm minyak wijen, 1 sdt biji wijen, 2 sdm air
Maekjeok merupakan masakan yang suka disantap oleh rakyat Goguryeo, pada masa dinasti kuno Korea. Orang Goguryeo disebut sebagai bangsa Maek sehingga masakan daging yang disantap oleh Goguryeo disebut sebagai Maekjeok. Dalam sebuah buku kuno berjudul Donggukseasigi yang menjelaskan acara dan kebiasaan yang diadakan masing-masing 12 bulan dalam setahun, maekjeok dijelaskan sebagai masakan daging yang dipanggang dengan disate dan menjadi asal-usul masakan Bulgogi. Namun pada zaman sekarang istilah Maekjeok dipakai untuk menyatakan daging panggang dengan saus. Hal yang istimewa adalah saus Maekjeok adalah Deonjang yang merupakan makanan fermentasi khas Korea, bukan kecap asin yang dipakai untuk Bulgogi.

Bibimbab(비빔밥)


Bahan Utama :
(untuk 1 orang)
150g nasi putih, 100g zukini, 20g wortel, 10g Gosari, 10g Doraji, 1 lembar jamur shitake, 20g toge, 1 butir telur, 20g daging sapi

Bumbu :
untuk daging sapi : 1/2 sdt kecap asin, 1/2 sdt gula pasir, 1/2 sdt minyak wijen,
untuk saus : 1 sdm air, 2sdt Gochujang, 1 sdt madu, 1/2 sdt bawang putih cincang halus, 30g daging sapi giling, 1 sdt minyak wijen

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...